Halaman

Senin, 27 Desember 2010

Pusing masalah keluarga

Beberapa hari yang lalu aku dapat kabar dari rumah. Papahku tiba-tiba telepon kalo di rumah sedang banyak masalah. Jadi begini ceritanya...

dulu pamanku punya masalah soal utang piutang hingga puluhan juta ke beberapa orang. Diantaranya berhutang kepada rentenir. Suatu ketika ada orang yang mengadukan ke polisi karena pamanku tidak membayar hutangnya. Karena itu, pamanku sekeluarga menjadi takut, sampai-sampai harus minggat dari rumah sekeluarga. Padahal udah saya nasehatin kalo soal utang piutang ga bakalan kena pidana, karena itu soal perdata. dan itu berarti penyelesaiannya lewat dialog di antara kedua belah pihak. Apalagi dia berhutang pada rentenir yang tidak ada bukti hitam di atas putih (surat perjanjian). Menurutku, itu bisa jadi senjata untuk menggugat balik. Tapi berhubung pamanku sudah terlanjur takut, akhirnya minggatlah pamanku itu ke rumahku.

Gila sekeluarga tinggal di rumahku.! pusing!! rumah jadi berisik.!! tapi itu cuma beberapa hari. Setelah itu, kelauarga pamanku pergi ke bandung, yaitu ke rumah keluarga istrinya. Dengan begitu, otomatis pamanku pun keluar dari kerjanya.. Bahkan beberapa bulan yang lalu, pamanku sms kalo dia ingin di cerai sama istrinya gara2 dia pengangguran dan ga mau kerja. singkat cerita, mereka ga jadi cerai.

Nah...bulan lalu sekeluarga itu ke rumahku. udah kaya pindahan rumah. parahnya makan, jajan dan lain2 di tanggung papahku. parahnya lagi pamanku emang bener2 malas ga mau kerja. Pernah sengaja di uji waktu ada tawaran kerja jadi satpam. Tapi papahku bilang gajinya cuma 250 ribu sebulan (padahal gajinya 450rb). eeeh..pamanku malah menolaknya. Selama ini yang membiayai makan keluarganya cuma istrinya yang entah kerja apa.

Persoalannya rumahku adalah rumah dinas. Jadi yang boleh tinggal adalah cuma satu keluarga saja. kalaupun ada orang lain, itu sementara. nah ini masalahnya kelaurga pamanku tinggal sampai berbulan2 samapi tekor duit papahku. Pernah papahku memberinya uang 500rb supaya balik ke bandung lagi. tapi mereka malah dablek, ga mau balik. mereka malah berlindung ke mamahku, karena memang itu adik mamahku. Tentunya, biar bagaimanapu, mamahku sedikit membela.

Waktu itu papahku sudah dapat teguran dari kantor tentang keluarga pamanku yang bermalam hingga berbulan2, dan terancam pindah dari rumah dinas itu. Masalah lain adalah, istri pamanku kerjanya ga jelas. kalo pulang larut malam terus. (memang sebelumnya ada dugaan kalo bibiku itu perempuan yg agak ga bener). Kebetulan setiap pulang malam pernah berpapasan dengan guru2 dan karyawan atau teman2 kantor bapaku yang kebetulan baermain badminton hingga malam. Banyak sindiran-sindiran ga enak. Yang dikhawatirkan adalah kalo memang pekerjaan bibiku itu jadi perempuan malam (karena sebelumnya dia mengaku kerja di salon). Takutnya lagi kalo lagi apes, trs di kejar satpol PP, terus di cari sampe ke kantor papahku. Kan papahku bisa di pecat gara2 ini.

Atas alasan ini, papahku membela nasib anak-anaknya. Kalo sampe di pecat, keluar dari rumah itu, gimana nasib ku dan adik2 ku??? Kemudian satu-satunya cara supaya bisa ngusir keluarga pamanku, papah mau menceraikan mamah. Supaya mereka semua pergi. Waktu papah bilang gitu, aku sempat bilang, jangan ambil keputusan buru2. Kalo emang masalahnya ada di keluarga pamanku, kenapa mamah juga yang harus jadi korban? tapi papahku bilang sudah kesal. Di usir halus, ga bisa. Di usir secara terang-terangan juga ga mempan. Mamahku pun terkesan membela.

Gara-gara masalah ini, aku jadi pusing. Pikiranku ga bisa fokus. Padahal aku harus fokus sama tugas akhir (skripsi). Aku bingung harus berbuat apa. Aku ga bisa bayangin nasib dan psikologis adik2 ku yang masih kecil jika memang terjadi perceraian. Posisi ku sedang ada di purwokerto, jadi ga bisa berbuat apa2 untuk menyelesaikan masalah di rumah.


sumpah binguuunnnggg bangeet..!!!! pusiiinngg....!!!

Malu (maaf)

Aduh aku malu banget ketika ada temen yang baca-baca blog kisah2 hidupku ini. Apalagi orang yang aku ceritain pada postingan sebelum ini membacanya. Sebenarnya kalo teman ku ga cerita klo abis baca blog ku, mungkin ga masalah. Sumpah malu banget. !! HUAAA,...!!!!

Takut nanti di sangka ke GR-an. Padahal kan aku nulis ini berdasarkan perspektif ku sendiri. Untuk orang yang tersebut pada postingan ku sebelum ini (Ria), aku minta maaf. Bukan maksudku untuk bawa-bawa kamu dalam cerita ini, tapi emang ini udah kebiasaan ku harus menceritakan apa yang ingin ku ceritakan.

Maaf juga karena sebelumnya aku menampilkan fotomu yg itu. Tapi sekarang udah saya ganti ko. Sekali lagi maaf atas sikap saya selama ini. Mudah-mudahan dirimu berkenan memaafkanku..

Semua cerita yang ada di blog ini, mungkin suatu saat akan menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan. Ini adalah lembaran-lembaran hidupku yang sempat tercatat..

Rabu, 22 Desember 2010

Dag Dig dug



Kemarin adalah hari yg menyenangkan bagiku. Aku bersama 5 orang teman-temanku jalan-jalan ke sebuah tempat yg lumayan buat refreshing, yaitu ke telaga sunyi dengan mengendarai motor. Tempatnya sejuk, asik deh pokoknya. Keempat temanku berpasang-pasangan dengan pacarnya. Sedangkan saya berboncengan dengan seorang cewe yg kebetulan aku sedang tertarik kepadanya.

Sebenarnya aku sudah mencurigai kalo acara ini sengaja siasat teman-temanku agar aku bisa berduaan dengan dia. Grogi juga mengendarai motor berboncengan dengan si doi.

Di tengah perjalanan, si doi (sebut saja namanya Ry) bertanya padaku apakah sebelumnya aku pernah jalan-jalan ke tempat-tempat wisata di daerah purwokerto ini. ku jawab, "sering". Eh dia malah bertanya "dengan siapa kalo jalan2?"

sambil tertawa aku jawab "saya kalo jalan-jalan pasti sama cwo".
""lho ko gitu? ga prnh jalan sama mantannya gitu?"
tambah ngakak deh aku. "mantan dari mana ceritanya??!" "dari dulu saya ga pernah punya pacar. Gimana mau punya pacar, kalo suka ga berani ngomong. terus kalo berhadapan sama cewe selalu grogi n mati kutu"
"aku ga percaya!"
"mau bukti?" jawabku.
"kalo aku mau bukti gimana?"

Waduh aku bingung dibuatnya. Aku berpikir apa ini iseng atau memang dia serius. tak ku tanggapi perkataannya. Mungkin terlalu cepat jika aku mengatakannya saat itu.
Sepulangnya dari telaga sunyi aku tertinggal dengan keempat temanku yg udah lebih dulu di depan. Aku terjebak hujan deras. Aku berteduh di suatu tempat yg teduh dan sepi. Sambil menunggu hujan reda dia banyak curhat dari mulai masa lalunya hingga soal kelurganya.

Dia heran kenapa dia bisa curhat sama orang yang belum kenal lama. Terus aku tanya kenapa bisa gitu, tapi dia hanya jawab "ga tau kenapa, aku juga bingung". Ria bercerita tentang hubungan dengan mantannya yang ga enak. Itu juga yang membuat dia takut untuk berpacaran lagi. ketika ku singgung tentang apa ada orang yg lagi dia suka saat ini, dia cuma bilang "ga tau" dengan senyum-senyum.

Melihat sinyal-sinyal positif yang diberikannya selama beberapa terakhir, aku beranikan menanyakan bagaimana tanggapannya seandainya sekarang ada orang yg suka. Dia menjawab "lihat waktu yg menjawabnya aja". Aku pun bertanya banyak tentang cwo seperti apa yang dia inginkan.

Sambil menunggu hujan reda kami ngobrol sambil duduk di motor. Dengan posisi duduk berboncengan di motor, tiba-tiba Ria menyandarkan dagunya di pundakku.
Kepalaku langsung pusing, jantung berdegup kencang bingung harus berbuat atau berkata apa. Akhirnya aku hanya terdiam mematung.

Sabtu, 11 Desember 2010

satu masalah lagi

Aku bingung harus mulai menulis dari mana. Ternyata hidup tak pernah berhenti memberiku masalah. Semua yang Allah amanatkan padaku tak mampu ku gunakan demi kemaslahatan. Yang ada malah membuat orang lain tersakiti.

Tak sengaja mulut ini berucap yang membuat orang lain tersakiti. Ya Allah cobaan apa lagi ini..?? bukankah Engkau maha pengampun jika hambamu bersalah padamu?? tapi Engkau belum mau membukakan pintu ridho jika kesalahan dilakukan kepada orang lain sebelum orang itu memaafkannya??

Apa jadinya jika orang itu seumur hidupnya belum bisa memaafkanku meski akuy bersujud di hadapannya?? Apakah pintu surga akan tertutup buatku?

Satu pelajaran penting yang ku dapat dari peristiwa ini. Bahwa waktu tidak akan mampu mendewasakan manusia. Yang mampu mendewasakan manusia adalah proses kehidupan yang dijalaninya. Semakin banyak masalah yang dihadapi, maka semakin membuat manusia itu memahami akan hakikat hidupnya, akan membuat manusia itu semakin dewasa dan membuat kita semakin matang dalam menjalani hidup.

Maafkan aku kawan.....


Rabu, 24 November 2010

Kecelakaan

waaaaaaaaahhhh.......udah lama banget nih saya ga ngisi blog ini.. mmhhh enaknya nulis apa ya..??
oh iya, cerita tentang saya waktu kecelakaan aja deh.

Ceritanya begini, pada hari rabu sore seorang teman kost saya mengajak untuk pulang ke cirebon dengan mengendarai motor. Tanpa pikir panjang saya setujui ajakannya, dan sore itu juga (sekitar pukul 17.30) berangkat. Dalam pikiranku ini anak nyetir motor kaya punya nyawa serep aja. Gila ngebut banget cuy. Saya sampe was-was, seolah-olah nyawa saya udah di ujung tanduk. Perjalanan Cirebon-Purwokerto ditempuh hanya dalam waktu 3 jam kurang sedikit. Gila ga tuh??

Kami berencana balik ke Purwokerto lagi hari Kamis sore atau Jum'at. Berhubung teman saya itu ada kuliah pada hari Jum'at pagi, maka terpaksa sore hari kami harus meluncur ke PWT. Namun berhubung cuaca di Kota Cirebon pada sore hari itu ujan besar, maka niat pulang itu diurungkan sejenak. dan sampai akhirnya kami memutuskan untuk berangkat ke PWT pada malam harinya. Sekitar pukul 18.30 kami meluncur. Awalnya kami sepakat agar ga pake ngebut. Di tengah perjalanan kami terjebak hujan, dan memutuskan untuk berteduh di sebuah masjid hingga hujan reda. Tak terasa kami tertidur pulas hingga hampir 2 jam.

Pada jam 10.30 malam kami terbangun. Saya pikir udah sangat kemalaman, dan berencana untuk putar arah kembali ke rumah temanku itu yg kebetulan tidak terlalu jauh dari tempat kami berteduh. Temanku bingung karena ada informasi bahwa kuliahnya pada pagi hari dibatalkan, namun ketika konfirmasi ke salah seorang temannya, belum ada jawaban kepastian. Akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

Karena udah terlalu malam, temanku yg kebetulan pegang stir terbawa ngebut. Sampai di wilayah Bumiayu, teman saya berkata ingin cari warung kopi sekalian istirahat sejenak. Setelah mengisi bensin, kami berjalan perlahan sambil mencari warung kopi yang buka. Karena tidak kunjung menemukan juga, akhirnya tancap gas lagi.

Di jalan yang terlihat mulus, teman saya memberanikan diri meningkatkan kecepatan motornya. Sambil ditemani rintik hujan dan bercampur abu vulkanik merapi yang membuat jalan yang semakin gelap gulita. Dalam posisi kecepatan tinggi, tiba-tiba terlihat sebuah lubang dalam jarak beberapa meter. Teman saya tak mampu mengendalikan motor untuk menghindari lubang. Motorpun oleng untuk menghindari lubang. Namun ternyata setelah kami lolos dari lubang yg satu, masih ada satu lubang menanti di depan. Dengan kondisi motor yang oleh, akhirnya kami amburk menghantam lubang di tengah jalan yang cukup lebar.

Teman saya itu hampir pingsan. Saya suruh dia untuk duduk dan membiarkan motor yang masih tergeletak di tangah jalan. Kebetulan sedang tidak ada mobil yang melintas. Sampai akhirnya ada sebuah mobil truk yang berhenti menolong dan menawarkan bantuan untuk diantar. Kami pun menyetujuinya, karena memang kondisi ga memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.

Peristiwa ini terjadi sekitar tengah malam, tepatnya jam 12.15, dan katanya pada malam itu tepat jam itu gunung merapi pun meletus kembali dengan dahsyatnya.

kami sampai di Purwokerto sekitar jam 01.30 dini hari. Sialnya teman2 satu kost ga ada yang sadar kalo kami pulang dengan babak belur. Sampe2 kami harus mengobati luka sendiri, membeli obat dengan berjalan kaki sendiri. Saya pun ga enak untuk membangunkan teman yang sedang pulas. Sampai keesokan harinya pun teman satu kost belum ada yg sadar kalo kami kecelakaan. SIALLL..!

Senin, 04 Oktober 2010

Berhentilah menjadi sebuah gelas

Seorang guru Sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung. “Kenapa kau selalu murung nak? Bukankah banyak hal yang indah didunia ini?” sang guru bertanya.
“Guru, belakanan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,” jawab sang murid muda.

He.he.he.he..”Sang guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.” Si muridpun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

“Coba ambil segenggam garam itu dan masukan ke dalam segelas air,”kata sang guru. “Setelah itu coba kamu minim airnya sedikit.” Si muridpun melakukanya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.”Bagaimana rasanya?’ Tanya sang guru. “huuhh.. Asin dan perutku jadi mual,”jawab si murid dengan wajah masih meringis. Sang Guru hanya tersenyum melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.

“Sekarang kamu ikut aku.”Sang guru pun membawanya ke danau di dekat mereka.”Ambil garam yang tersisa dan tebarkanlah ke danau.”Si murid menebarkan segenggam garam sisa tadi ke danau tanpa bicara apapun. Walaupun Rasa asin dimulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dimulutnya, tapi tak dilakukanya. Tak sopan rasanya meludah di hadapan mursyid.

“Sekarang coba kamu minum air danau itu,”kata sang guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat dipinggir danau. Si murid menangkupkan kedua tanganya , mengambil air danau dan meminumnya. Ketika air dingin segar mengalir di tenggorokanya, sang Guru bertanya,”Bagimana rasanya?”
“mmmh..Segaar, segar sekali,”kata simurid sambil mengelap bibirnya. Tentu saja air danau ini berasal dari sumber mata air diatas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil dibawah. “Terasakah rasa garam yang kau taburkan?” tanya sang Guru. “Tidak sama sekali guru!,”kata si murid sambil mengambil air minumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum dan membiarkan muridnya mengambil minum sampai puas.

“Nak,”kata sang Guru setelah muridnya selesai minum.”Segala masalah dalam hidup ini hanya seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang kau hadapi dalam hidupmu itu sduah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap segitu-gitu aja tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia inipun demikian. Tidak ada satupun manusia,walau dia seorang nabi yang terbebas dari penderitaan dan masalah.”

Si murid terdiam mendengarkan.”Tapi Nak, Rasa ‘asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya ‘qalbu’(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, Berhentilah Menjadi ‘Gelas’. Jadikan qalbu dalam dadamu itu sebesar ‘danau’.”

Terkadang masalah yang kecil menjadi besar tatkala hati kita sempit. Banyak sekali kita menyaksikan dalam perjalanan hidup kita ada orang saling bunuh hanya karena masalah yang kecil. Masalah yang kecil itu menjadi besar tatkala hatinya sempit.

Selasa, 21 September 2010

Kenapa diremove?

aku trbangun tepat jam 1 dini hari. Entah kenapa sulit ku pejamkan mata ini. Iseng-iseng ku buka fb dan memulai brselancar d dunia khayalan itu.. Brhubung jam segitu lg asik2nya orang pd tidur,fb pun jd sepi. Untuk membunuh kebosananku, sengaja ku buka daftar teman2ku d fb dan ku mulai membuka satu persatu. Ku mencoba mencari tau aktifitas tmn2ku d fb. Kemudian ku tringat satu nama. Akhirnya ku mencari nama itu d daftar temanku,tp hasilnya tidak d temukan dalam daftar. Setelah ku cari trnyata namaku sudah d remove oleh dia dan akhirnya trpaksa aku add lg. Kenapa y namaku d remove?

Rabu, 15 September 2010

karang itu luluh lantah

smua asa yg telah tersusun kini telah hancur. Karang itu kini telah luluh lantah trsapu gelombang samudra. Kini ia hanya butiran pasir yg trombang ambing oleh riak..
karang itu kini tak mampu menantang samudra..biarlah ia trombang-ambing oleh riak air dan trinjak-injak... ia tak mampu lg menatap cakrawala.hanya mega mendung yg tiap hari ia pandangi.
bismillah....ingsun nutup rasa, sang sir rasa payungana ingsun...

Minggu, 01 Agustus 2010

Tepar

Sudah 3 hari ini aku teparr.. Setelah pulang dari traveling, dua hari berikutnya aku terkapar. badan demam, kepala pusing, flu, batuk, lengkap sudah..
mungkin karena badan lagi ga fit, trs aku keujanan deh. Alhasil badanku ambruk.
Mudah-mudahan bisa cepet sembuh lah....


Dialog Imam Abu Hanifah dengan orang Atheis (2)


Baghdad, sebuah kota pusat pemikiran Islam pada masa Kejayaan Islam sering menjadi tempat berkumpulnya para delegasi dari berbagai negeri. Tujuan kedatangan mereka ke kota Baghdad adalah untuk berdebat dengan ulama-ulama Islam mengenai Dzat Allah. Salah seorang ulama yang sering menjadi sasaran mereka adalah Syaikh Hammad, gurunya Imam Abu Hanifah. Dikisahkan bahwa ketika para delegasi itu sedang menunggu kedatangan Syaikh Hammad, tiba-tiba muncul Imam Abu Hanifah. Dia langsung memberi salam kepada para hadirin dan berkata,

“Syaikh Hammad tidak dapat hadir pada perkumpulan yang membahas permasalahan-permasalahan seperti ini. Beliau mewakilkan kepada muridnya yang terkecil yaitu Abu Hanifah Nu’man bin Tsabt untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kalian”.

Setelah itu, Abu hanifah duduk di tempatnya yang berada di tengah-tengah para hadirin. Tidak lama setelah ia duduk, para delegasi itu langsung melontarkan pertanyaan-pertanyaan.

“Tahun berapakah Tuhanmu dilahirkan?”, Tanya para delegasi.

Abu Hanifah menjawab, “Allah tidak dilahirkan, sebab jika dilahirkan berarti Dia memiliki kedua orang tua. Dia juga tidakberanak, sebab jika beranak berarti Dia memiliki anak” dan hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an, “Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakan.” (Al-Ikhlas: 3, jawab Abu Hanifah.

“Tahun berapakah Tuhanmu ditemukan?”

“Allah ada sebelum adanya penanggalan, zaman dan waktu”

“kami minta kepadamu untuk menjawab dengan contoh-contoh dari realita kehidupan ini.”

“Bilangan berapakah sebelum empat?”

“Tiga”

“sebelum tiga?”

“dua”

“Sebelum dua?”

“satu”

“sebelum satu?”

“tidak ada lagi sebelumnya.”

“jika dalam ilmu hitung saja tidak ada angka atau bilangan sebelum angka satu, bagaimana dengan Satu Yang Hakiki yaitu Allah. Sesunguhnya Dia Maha terdahulu dan tidak ada permulaan bagi-Nya.”

“ke arah manakah Tuhanmu menghadap?” Tanya para delegasi lagi.

“Jika kalian meletakkan sebuah lampu di tempat yag gelap, maka menghadap ke arah manakah cahaya lampu itu?”

“menghadap ke semua arah”

“jika cahaya yang dibuat oleh manusia saja seperti itu, bagaimana dengan cahaya langit dan bumi?”

Beritahukan kepada kami tentang dzat Tuhanmu, apakah berupa zat cair seperti ari, zat padat seperti besi, atau zat gas seperti asap?”

“apakah kalian pernah duduk di samping orang sakit yang sedang menghadapi sakaratul maut?”

“Ya, kami pernah”

“apakah setelah mati dia berbicara kepadamu?”

“tidak”

“sebelum mati dia dapat berbicara. Tetapi setelah mati, tidak dapat berbicara. Demikian pula sebelum mati ia dapat bergerak. Tetapi setelah mati tidak dapat berbuat apa-apa. Lalu apa yang telah merubah kondisinya itu?”

“keluarnya ruh dari badannya itu”

“apakah ruhnya telah keluar?”

“Ya”

“berilah gambaran kepadaku tentang ruh tersebut. Apakah ia berupa zat padat, cair atau gas?”

“kami tidak mengetahuinya sama sekali”

“jika kalian tidak dapat memberikan gambaran tentang hakikat ruh padahal ruh itu termasuk mahluk Allah, lalu mengapa kalian meminta kepadaku untuk menggambarkan tentang Dzat Allah?”

“di tempat manakah Tuhanmu beraada?”, mereka bertanya lagi.

“jika kalian menyuguhkan segelas susu segar, apakah dalam susu tersebut terlihat ada minyak samin?”

“Ya”

“di bagian manakah minyak itu?”

“minyak itu tidak menempati tempat tertentu, tetapi ia tersebar di seluruh bagian susu tersebut”

“jika sesuatu yang diciptakan oleh manusia saja, yaitu minyak samin bisa tidak menempati suatu tempat tertentu, lalu mengapa kalian meminta kepadaku untuk mengatakan bahwa Allah berada di suatu tempa tertentu. Ini benar-benar merupakan suatu yang sangat aneh.”

Mereka masih bertanya lagi, “jika segala sesuatu telah ditakdirkan sebelum alam ini diciptakan, lalu apa yang diperbuat oleh Tuhanmu sekarang?”

“memperlihatkan segala sesuatu dan mengangkat derajat sebagian kaum serta merendahkan sebagian lainnya.”

“Jika masuk surga memiliki permulaan waktu, mengapa tidak ada akhir dan tiada ujungnya. Bahkan para penduduk surge akan kekal di dalamnya?”

“bukkankah bilangan ilmu hitung yang kita kenal sekarang ini memiliki permulaan tetapi tidak memiliki akhir?”

“di surga nanti, kita akan selalu makan, tetapi mengapa kita tidak pernah membuang air kecil maupun air besar?”

“saya dan kalian adalah mahluk Allah. Ketika dalam perut ibu kita selama 9 bulan, bukankah kita selalu makan melalui darah ibu kita tetapi tidak pernah membuang air sedikitpun baik air kecil atau air besar?” beliau balik bertanya.

“bagaimana mungkin kenikmatan-kenikmatan surgawi akan selalu bertambah dan tidak akan pernah habis meskipun telah digunakan?”

“bukankah jika kalian mengamalkan ilmu yang telah dimiliki, ilmu itu akan terus bertambah dan tidak pernah berkurang sedikitpun?”

Dialog Imam Abu Hanifah dengan orang atheis


Diriwayatkan bahwa Imam Abu hanifah adalah bagaikan sebilah pedang yang sangat tajam di mata kelompk Ad-Dahriyyah. Karena dia selalu menang dalam berdebat dengan mereka. Kelompk Ad-Dahriyyah adalah sekelompok orang yang menuhankan masa (waktu) dan berangapan bahwa kehidupan manusia hanya di dunia ini, tidak ada kehidupan lagi setelahnya karena sel-sel tubuh manusia akan rusak setelah terkubur di dalam tanah.

Pada suatu hari, ketika Imam Abu Hanifah sedang berada di dalam masjid, kelomok ini berniat menyerang dan membunuhnya, sehingga mereka tidak akan tergangu denganperkataan-perkataannya. Tetapi ketika mereka hendak membunuhnya, Imam Abu hanifah berkata dengan penuh keimanan dan keteguhan hati, “jawablah pertanyaanku tentang satu permasalahan, setelah itu perbuatlah sesuka hati kalian”.

Mereka berkata, “bertanyalah”

“apa pendapat kalian jika sebuah perahu yang penuh dengan muatan dan beban berlayar di tengah samudra yang luas. Meskipun diterjang ombak dan badai yang sangat besar, perahu itu tetap berjalan dengan tenang dan tak goyah sedikitpun, padahal tidak ada seorang nahkoda yang mengendalikannya?”

“ini sesuatu yang tidak dapat diterima oleh akal”

“Maha Suci Allah, jika tidak mungkin ada sebuah perahu yang berjalan di tengah lautan tanpa nahkoda yang mengendalikannya, maka bagaimana mungkin alam semesta yang luas dan terdiri dari berbagai macam bentuk dengan gerakan yang berbeda ini ada tanpa ada yang menciptakan dan memeliharanya”, ungkap Abu hanifah.

Mendengar penjelasan itu, mereka terkejut dan berujar, “engkau benar, wahai Imam”.

Kemudian mereka masuk Islam dan kembali ke rumah masing-masing dengan hati yang telah bertaubat.


Dialog Imam Jafkar dengan Orang Atheis


Dikisahkan bahwa seorang atheis pernah mendatangi Imam Jafkar Ash-Shadiq untuk berdialog dengannya tentang adanya Allah. Imam Jafkar bertanya kepadanya, “apakah engkau pernah naik perahu di tengah lautan?”

Orang itu menjawab, “Ya”.

Beliau bertanya lagi, “apakah engkau pernah merasakan pengalaman yang pahit dan menakutkan?”

“pada suatu hari, perahu yang saya tumpangi diterjang badai yang sangat besar, sehingga perahu tersebut pecah dan banyak diantara penumpangnya yang tenggelam. Kebetulan, syaa berpegangan pada salah satu papan dari perahu tersebut. Kemudian papan itu hanyut terbawa oleh ombak hingga saya selamat sampai ke daratan”

Mendengar penuturannya itu, beliau menimpali, “pada mulanya, engkau hanya menggantungkan hidupmu pada perahu yang engkau tumpangi. Lalu setelah perahu itu terpecah, engkau menggantungkannya pada papan yg telah menghantarkanmu ke tepi lautan. Tetapi bagaimanakah jika semua alat itu tidak ada, apakah engkau tetap mengharapkan keselamatan?”

“Ya, aku mengharapkan keselamatan”

“sungguh, hanya Allah-lah yang engkau harapkan ketika saat-saat seperti itu. Sungguh pada saat itu hatimu telah mengakui keberadaan-Nya, meskipun ketika engkau telah selamat, mulutmu tidak mau mengakui-Nya. Dan Dia-lah yg telah menyelamatkanmu sehingga engkau tidak tenggelam”


Kisah Tauhid

Suatu hari seorang guru yang menganut aliran atheism berkata kepada murid-muridnya, “tidak dapat disangkal lagi bahwa segala sesuatu yang terlihat oleh mata kalian adalah termasuk sesuatu yang maujud (ada)”.

Murid-murid berkata “Ya”

Guru itu berkata lagi “sekarang ini, kalian dapat melihat papan tulis, pena, buku, dan kursi. Hal ini disebabkan karena benda-benda tersebut ada di hadapan kalian. Dan kalian dapat melihat serta menyentuhnya. Bukankah begitu, wahai murid-muridku??”

“Ya”

“apakah kalian dapat melihat Allah?”

“tidak”

“jadi Allah itu tidak ada”.

Mendengar perkataan itu, para murid menjadi bingung dan tercengang karena mereka tidak pernah mendengar perkataan seperti itu sebelumnya. Mereka adalah orang yang meyakini adanya Allah meskipun mereka tidak pernah melihat-Nya. Akan tetapi tidak lama setelah itu, tiba-tiba salah seorang dari mereka meminta izin kepada sang guru untuk bertanya kepada teman-temannya,

“apakah kalian mendengar perkataan guru kita ini?”

Murid-murid yang lain menjawab, “ya”

“apakah sekarang kalian melihat guru kita ini?”

Mereka menjawab “Ya, dia ada di hadapan kita”.

“apakah guru kita ini memiliki akal?”

“Ya”

“apakah kalian dapat melihat akalnya?”

“tidak”

“berdasarkan perkataan sang guru tadi bahwa segala sesuatu yg ada pasti dapat dilihat dan sesuatu yg tidak dapat dilihat berarti tidak ada, maka saya berkesimpulan bahw guru kita ini tidak memiliki akal karena kita tidak dapat melihatnya,” ungkap sang murid panjang lebar.

Mendengar perkataan itu, murid-murid yang lain secara spontan menertawakan sang guru. Sedangkan sang guru sendiri merasa heran dengan kepandaian sang murid tersebut. Dia menyadari bahwa kepandaian murid tersebut telah ditakdirkan oleh Allah untuk meluruskan kebatilan dan kesesatannya.

Selasa, 27 Juli 2010

Sang Pohon dan Sebutir Debu

Alkisah bercengkeramalah sebatang pohon besar nan berwibawa dengan sebutir debu di ‘kaki’-nya. Sang pohon bercerita pada si debu kalau dunia begitu luas dan indah. Daun yang menghijau, bunga yang semerbak mewangi dan langit yang membiru. Sejurus kemudian terdengar nada menyindir sang pohon besar atas nasib si debu yg mungil dan nyaris tak terlihat yang terdampar di dekatnya. Dengan pongah sang pohon memamerkan nasib baiknya, tinggi menjulang, dahan yang kokoh, bunga serta buah yang manawan, hingga membuat si debu tertunduk lesu.

Namun kemudian si debu tersenyum, sekulum senyum yang membuat sang pohon tersentak heran dan tak kuasa bertanya ”Mengapa engkau tersenyum simpul begitu ?” Tetap dengan senyum simpulnya, si debu mejawab, “Pasti DIA punya rencana untukku.”

Tak berselang lama, bertiuplah angin sepoi, angin lembut yang akhirnya menerbangkan si debu jauuh tinggi dan mengucapkan selamat tinggal pada sang pohon besar. Dia terbang diterpa angin bersama dengan seulas senyum tipisnya. Sang pohon semakin keheranan dengan sikap si debu yang menurutnya malang ini. Dalam hati dia menduga kalau si debu sudah putus asa atas nasib buruknya.

tapi, Tiba-tiba cuaca berubah, angin sepoi yang membuai berubah menjadi topan yang melumatkan apa saja yang dilaluinya. Wusshhh…wusshhh…! dan menumbangkan si pohon besar dengan hanya menyisakan akarnya yang memang terhunjam di perut bumi dan sebagian batangnya.

Sepuluh tahun berselang, hinggaplah sebutir debu di pohon tua dengan batang yang telah terkoyak dan sedikit daun. Tanpa bunga apalagi buah. “Hai, bukankah engkau si debu malang itu ?”, sapa sang pohon tua ini. “Iya benar, dan bukankah engkau pohon gagah yang sepuluh tahun menjulang tinggi dengan buahmu yang meranum yang membuat semua terkagum ?” “Benar”, jawab sang pohon, “Setiupan angin topan besar yang datang selepas angin sepoi yang menerbangkanmu telah membuatku begini. Waktu sebenarnya bisa saja mengembalikan ‘kegagahanku’, namun kerontang kemarau berkepanjangan telah menahannya. Lihatlah di sekitar kita saat ini, nyaris hanya tersisa aku dan si tua pohon oak di sebarang bukit sana. Bagaimana denganmu ? Sudah kemana saja engkau diterbangkan nasib ?”, tanya sang pohon. ”Nasib telah mengantarku ke puncak Himalaya hingga ke padang pasir Afrika. Sungguh, dunia lebih luas dari yang kau kira.”, jawab si debu.

Sahabatku yang luar biasa, Apa yang bisa Anda ambil hikmah dari cerita diatas? terkadang kita hanya perlu membiarkan nasib menerbangkan kita. Bersyukur atas segala yang ada dan tak mengeluh atas yang belum terengkuh. Kita diCiptakan oleh-NYA dengan derajat paling Tinggi, begitu luar biasanya Anda, Anda pun pasti bisa menjadi apa yang Anda inginkan.
Sekarang, Apa sih yang Mustahil bagi-NYA untuk menjadikan Anda Hebat, Bahagia dan Sukses?

Soal Berat Beban

Di sebuah Universitas, Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, sang dosen bernama Steven Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "berapa menurut anda kira-kira berat segelas air ini?"

Para siswa pun mulai menjawab dari 200 gr sampai 500 gr. Dosen Covey pun berkata, "Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. " kata Covey.

"Jika saya memegang air dalam gelas ini selama 1 menit, tentunya tidak ada masalah, bukan?. Namun, bagaimana jika saya memegangnya selama 1 jam? Sudah pasti lengan kanan saya akan pegal dan terasa sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya.

Berat air dalam gelas ini sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey.

"Apa yang harus kita lakukan agar bebn tak lagi berat? Ya.. meletakkan gelas tersebut, istirahatlah sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Sahabat, kehidupan bukan saja masalah yang harus diselesaikan melainkan juga karunia yang perlu dinikmati.” Tak dapat dipungkiri rutinitas yang padat setiap hari membuat jiwa kita jenuh dan lelah, bukan saja secara fisik tetapi jiwa. Oleh karena itu kita membutuhkan sebuah penyegaran. Karena hidup itu indah, jadi nikmatilah.


Senin, 26 Juli 2010

traveling to purworejo

Hari minggu, agendaku jalan-jalan ke Purworejo untuk menghadiri pertemuan HMI se wilayah indonesia bagian tengah. Bersama 3 orang temanku yg lain, kami berangkat dari purwokerto dengan mengendarai sepeda motor. Hanya bermodakan nekat, tanpa punya SIM, kami berangkat. Sampai di Purworejo sekitar jam setengah 2 siang.

Dalam perjalanan, temanku sempat terkena operasi lalu lintas di jalan. Alhasil, temanku pun kena tilang. untung aku berhasil lolos..hehhee.... Mendengar cerita temanku yang kena tilang, aku tertawa. Katanya, temanku dibilang bloon oleh polisi. Karena tak punya SIM, temanku menunjukkan kartu mahasiswa. "kamu tuh pinter tapi bodo ya mas., ga tau hukum.." kata temanku meniru ucapan polisi. Mendengar perkataan polisi begitu, temanku pun tidak terima. Dengan jurus ala aktivis kampus, temanku berkelit dengan segudang teori-teori kuliah.
"bapak tau ga, aspek hukum itu bisa dilemahkan oleh aspek sosiologis, organisatoris, bla..bla..bla...."
Mendapat ceramah gratis dari mahasiswa, sang polisi dongkol juga. Polisi itu bilang "udah..sana menghadap atasan saya saja.."

Rupanya temanku itu masih ngeyel juga ga mau kalah dengan polisi. Temanku mempertanyakan soal surat tugas operasi. Tapi ijawab sanag atasan "saya yang ngasih perintah dan tugas..! mau apa?"..
Diskusi anjang itu berakhir karena sang polisi mengeluarkan surat tilang dan mengharuskan temanku membayar 75 ribu jika bayar di tempat. Karena em ga punya duit, temanku masih ngeyel ga mau bayar dan lebih memilih sidang. Ketika diminta tanda tangan pada surat tilangpun, temanku ga mau, alasannya kesalahannya belum jelas dan belum bisa dipahami. Karena sang polisi ga mau kena ceramah lagi, akhirnya menuliskan pada kolom tanda tangan dengan tulisan "ga mau tanda tangan".

Pulang dari purworejo, kami ber4 mengambil jalur lewat wonosobo. Kami ulang dari purworejo sekitar magrib. Beuuhh..perjalanan malam hari ke wonosobo naek motor sangat mantapp.. udah gelap, jalan naek turun, banyak lubang, kabut, dingin... Lengkap sudah...
Kami sempat mampir di sekre HMI wonosobo. Berhubung hujan, jadi kami putuskan utk bermalah di sana, dan melanjutkan erjalanan pulang pada esok paginya..


Kamis, 22 Juli 2010

Aksi Solidaritas Terhadap Pelanggaran HAM

Malam ini baru saja ku mengikuti aksi solidaritas atas penembakan aktivis LMND di garut oleh oknum polisi. Aksi ini diikuti oleh beberapa elemen gerakan di Purwokerto, seperti HMI, LMND, PMKRI, SRMI, PMII. Kami berdiskusi tentang kondisi pelanggaran HAM di tengah gelombang demokratisasi yang menuntut HAM yg harus dijunjung tinggi.

Dalam kenyataannya, pelanggaran HAM terus terjadi pasca gerakan reformasi 98. Seolah kondisi ini kembali pada jaman orde baru yang penuh represif. Parahnya lagi, pelanggaran HAM yang akhir2 ini terjadi dilakukan oleh oknum Polisi yang seharusnya menjadi pioner penegak Hak Asasi Manusia. Sbelumnya penganiayaan dialami aktivis ICW (Indonesian Corruption Watch), dan kemarin dialami oleh Herman, aktivis dari LMND di Garut. Diduga ia tewas karena aktivitasnya dalam menentang dan advokasi masyarakat pada PT Chevron.

Selasa, 20 Juli 2010

Mimpi-mimpiku

Dini hari ini aku bingung mau nulis apa. Udah beberapa hari ini aku ga nulis di buku harianku ini. Mau curhat apa ya..mmmhh....

Oh iya...aku inget sebuah mimpi beberapa tahun yg lalu. Sebenernya udh lama bgt tuh mimpi. Kurang lebih 3 taum yg lalu.

Suatu malam entah kenapa tiba-tiba ku bermimpi aneh. Dalam mimpi, ku tertidur di teras rumahku pada malam hari. Tapi baru saja ku pejamkan mata dalam mimpi, tiba-tiba mataku silau oleh cahaya yg sangat terang. Ketika ku buka mata, aku melihat seperti ada bulan diatas mukaku yang jaraknya sangat dekat. Aku tak dapat melihatnya dengan jelas karena cahaya yg terlalu terang. Entah mengapa tiba-tiba seolah ada yg mendorongku untuk pergi mengambil air wudlu. Aku pun teringat kata orang tua kalau bermimpi melihat bulan mendekat atau cahaya terang berwarna putih, itu pertanda baik dan kemungkinan orang yang didatangi akan menjadi orang besar. Oleh karena itulah aku bangkit untuk sholat dan berdoa.

Setelah wudlu, ku bangunkan kedua adikku, yaitu adik pertamaku yg laki-laki serta adik perempuanku (entah aku lupa adik perempuan yg mana. Aku benar2 ga lihat jelas wujud adik perempuanku). Kedua adikku ku suruh bangun dan solat berjama'ah di kamar. Aku bertindak sebagai imam. Aku baca surat al-fatihah dengan khusyu hingga ku meneteskan air mata. Setelah selesai membaca Surat Al-Fatihah dan di jawab "amin" bersama, aku tersadar dari mimpi.

Aku tertegun setelah bangun dari mimpi itu. Ku lihat jam baru menunjukkan pukul 2 dini hari. Semalaman aku tak bisa tidur lagi karena masih memikirkan makna mimpi itu. Karena biasanya jika mimpi itu masih teringat dan sangat jelas, ada pertanda yang akan terjadi. Sebab aku sering sekali bermimpi, dan itu benar-benar terjadi dalam dunia nyata persis seperti dalam mimpi. Namun biasanya itu baru disadari setelah terjadi.

Aku masih ingat kenapa aku harus memilih kuliah di Purwokerto, padahal waktu itu aku tidak tau sama sekali daerahnya. Makanya sebelumnya aku lebih memilih undip yg dekat dengan rumah saudaraku. Tapi berdasarkan petunjuk mimpi, aku berani ambil di Unsoed. Dan ketika ku diterima di Unsoed, aku seperti tidak asing dalam lingkungan dan teman2 di sana. Setelah ku pikir-pikir sangat lama, aku baru sadar ternyata teman-teman kuliah dan teman kostku udah pernah ku lihat dalam mimpi. Sehingga aku pernah sempat berpikir, teman2ku seperti pernah dikenal tapi entah di mana.

Aneh mimpi-mimpiku waktu itu, karena banyak sekali yg terjadi secara nyata dan persis sama. Bahkan ketika perjalanan menuju purwokerto pun terekam sebelumnya dalam mimpi. Aku sempat terkejut ketika sendirian ku harus pergi ke purwokerto karena perjalanan ini pernah ku alami dalam mimpi. Dan karena itulah aku yakin jalanku tak salah.

Pernah juga aku bermimpi nenekku minta pamit padaku dan berpesan agar aku tetap berjuang menuntut ilmu. Neneku bilang akan pergi meninggalkan semuanya. Setelah sadar aku kirim doa untuk nenekku karena ku yakin itu pertana ajalnya tidak lama lagi. Keesokan harinya ku tanyakan pr orang tua di rumah tentang keadaan nenekku. Katanya baik-baik aja. Dan itu terbukti dua hari berikutnya aku dikabarkan kalo nenekku sudah tiada, padahal sebelumnya sehat-sehat saja. Aku juga pernah bermimpi kalo tante ku akan punya anak lagi. Padahal waktu itu tante blm hamil. Itu terbukti beberapa bulan berikutnya tante dinyatakan hamil lagi.

Mimpi yang paling aneh adalah aku bermimpi bertemu dengan diriku sendiri. Dalam mimpi aku bingung setengah mati karena aku harus bertemu dengan wujudku sendiri. Tapi itu wujud ku waktu masih kecil, sekitar umur 8-9 tahun. Dalam mimpi aku bingung karena wujud yg ada di depanku seperti sangat dekat denganku dan wajahnya tak asing. Aku baru sadar kalo itu adalah diriku saat kecil. Dan ketika ku tanya namanya pun sama persis dengan namaku.

Itulah beberapa mimpi-mimpiku waktu dulu.

kata bijak untuk direnungkan

Hidup ini indah.. hidup ini penuh makna.. kadang kita tidak mengerti atau mungkin salah mengerti...

tertawalah kita jika kita menghadapi jalan yg menanjak.... karena
sehabis itu kita pasti akan menemukan jalan yg menurun...
menangislah kita jika kita menemukan jalan yg menurun....
karena sehabis itu kita pasti akan menemukan jalan yang menanjak...

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan? ketika kita berciuman? Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT..

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan..Orang2 yang tidak ingin kita tinggalkan... Tapi ingatlah.......
melepaskan BUKAN akhir dari dunia.. melainkan awal suatu kehidupan baru..

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari...
dan mereka yang telah mencoba.. Karena MEREKALAH yang bisa menghargai
betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

Kekayaan, Kesuksesan, dan Cinta

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata:

"Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”.

Pria berjanggut itu lalu balik bertanya,

"Apakah suamimu sudah pulang?”

Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar”.

"Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali”, kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya,

"Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”.

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.

"Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama", kata pria itu hampir bersamaan.

"Lho, kenapa?”, tanya wanita itu karena merasa heran.

Salah seorang pria itu berkata,

"Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan”, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya.

”Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu”.

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran.

"Ohho...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan”.

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya,

"sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita."

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah.

"Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta”.

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka.

"Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita”.

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu.

"Siapa diantara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini”.

Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.

"Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?”.

Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan.

"Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan, Saat kami menjalani hidup ini”

Rintihan Seorang Hamba

Ya Allah...
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah... ya Tuhanku yang Maha
Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi ya Allah...
Seandainya telah Engkau takdirkan...
...Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada
disisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha
Mengerti...
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada
langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa
bersama dengannya

Dan ya Allah yang tercinta...
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya....

Ya Allah ya Tuhanku...
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau
takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah...
Cukuplah Engkau saja yang menjadi
pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang
daif ini

Minggu, 18 Juli 2010

Ternyata Atlantis Itu di Indonesia


Cerita mengenai keberadaan Benua Atlantis hingga kini terus menjadi misteri sejak dideskripsikan filsuf Yunani, Plato, pada ribuan tahun lalu dalam dua dialognya, “Timaeus” dan “Critias”. Tak hanya Plato, penulis kuno klasik lainnya seperti Homer, Hesiod, Pindar, Orpheus, Appolonius, Theopompos, Ovid, Pliny si tua, Diodorus Siculus, Strabo, dan Aelian juga ikut meramaikan soal keberadaan Atlantis.

Kenyataan ini pada akhirnya memunculkan perdebatan tak kunjung usai di kalangan saintis klasik dan modern. Bahkan, masing-masing meletakkan Atlantis di tempat yang mereka yakini sesuai dengan hasil temuannya seperti Al-Andalus, Kreta, Santorini, Siprus, TimurTengah, Malta, Sardinia, Troya, Antartika, Australia, Kepulauan Azores, Tepi Karibia, Bolivia, Laut Hitam, Jnggris, Irlandia, Kepulauan Canary, Tan-jung Verde, Isla de la Juventud dekat Kuba, dan Meksiko.

Pandangan yang paling mutakhir mengenai Atlantis dan sangat mengejutkan kita datang dari seorang geolog dan fisikawan nuklir asal Brazil Prof Arysio Santos. Dia membantah tesis di atas dan meyakini bahwa Atlantis yang pernah digambarkan Plato sebagai sebuah negara makmur dengan kekayaan emas, batuan mulia, dan mother of all civilization dengan kerajaan berukuran benua yang menguasai pelayaran, perdagangan, menguasai ilmu metalurgi, mpmiliki iarinean irieasi, dengan kehidupan berkesenian, tarian, teater, musik. dan olahraga itu adalah Indonesia.

Kesimpulan Santos yang merujuk pada pandangan Plato bukan tanpa pertimbangan kuat. Selama 30 tahun ia melakukan studi dan penelitian. Selama itu pula hidupnya dipergunakan untuk mengungkap letak Atlantis yang sebenarnya. Hasil penelitiannya itu kemudian ia tulis dalam buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato’s Lost Civilization. Untuk memperkuat argumentasinya, Santos juga merujuk pada tradisi-tradisi suci tentang mitos banjir besar yang melanda seluruh dunia.

Dalam buku ini, secara tegas Sa¬ntos menyatakan bahwa lokasi Atlantis yang hilang sejak kira-kira 11.600 tahun yang lalu itu adalah di Indonesia. Selama ini, benua yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lalu itu adalah benua yang dihuni oleh bangsa Atlantis. Mereka memiliki peradaban yang sangat tinggi dengan alamnya yang sangat kaya, yang kemudian hilang tenggelam ke dasar laut oleh bencana banjir dan gempa bumi. Itu terjadi sebagai hukuman dari Tuhan atas keseraka-han dan keangkuhannya.

Dengan menggunakan perangkat ilmu pengetahuan mutakhir seperti geologi, astronomi, paleontologi, arkeologi, linguistik, etnologi, dan comparative mythology, Santos juga mengungkap sebab-sebab hilangny Atlantis dari muka bumi. Dia pun membantah hipotesis yang menyatakan bahwa musnahnya Atlantis disebabkan tabrakan meteor raksasa yang disebabkan oleh komet dan asteroid. Menurut Santos, tabrakan di luar angkasa itu adalah order of magnitude yang lebih jarang terjadi bila dibandingkan dengan letusan gunung berapi. Hipotesis lain yang dibantah Santos adalah tesis yang mengatakan Atlantis musnah disebabkan pergeseran kutub dan memanasnya Antartika pada zaman es. Menurut Santos, fenomena seperti itu mustahil terjadi pada masa lalu jika dilihat dari sisi fisik dan geologisnya.

Musnahnya Atlantis, menurut Santos, lebih disebabkan banjir maha dahsyat yang menenggelamkan hampir seluruh permukaan dunia, yang membinasakan 70 persen penduduk dunia termasuk di dalamnya binatang. Yang memegang peran penting dalam bencana tersebut adalah letusan Gunung Krakatau dan Gunung Toba, selain puluhan gunung berapi lainnya yang terjadi hampir dalam waktu yang bersamaan.

Bencana alam beruntun itu, kata Santos, dimulai dengan ledakan dahsyat Gunung Krakatau, yang me-musnahkan seluruh gunung itu sendiri, dan membentuk sebuah kaIdera besar, yaitu Selat Sunda, hingga memisahkan Pulau Sumatera dan Jawa. Letusan tersebut menimbulkan tsunami dengan gelombang laut yang sangat tinggi, yang kemudian menutupi dataran rendah antara Sumatera dengan Semenanjung Malaysia, antara Jawa dan Kalimantan, serta antara Sumatera dan Kalimantan. Bencana besar itu disebut Santos sebagai “Heinrich Events”.

Abu hasil letusan gunung Krakatau yang berupa fly-ash naik tinggi ke udara dan ditiup angin ke seluruh bagian dunia yang pada masa itu sebagian besar masih ditutup es (zaman es pleistosen). Abu itu kemudian turun dan menutupi lapisan.es. Karena adanya lapisan abu, es kemudian mencair sebagai akibat panas matahari yarg diserap oleh lapisan abu tersebut. Gletser di Kutub Utara dan Eropa kemudian meleleh dan mengalir ke seluruh bagian bumi yang rendah, termasuk Indonesia.

Banjir akibat tsunami dan lelehan es itulah yang mengakibatkan air laut naik sekitar 130 hingga 150 meter di atas dataran rendah Indonesia. Dataran rendah di Indonesia tenggelam di bawah permukaan laut, dan yang tinggal adalah dataran tinggi dan puncak-puncak gunung berapi. Tekanan air yang besar itu menimbulkan tarikan dan tekanan yang hebat pada lempeng-lempeng benua, yang selanjutnya menimbulkan letusan-letusan gunung berapi dan gempa bumi yang dahsyat. Akibatnya adalah berakhimya zaman es pleistosen secara dramatis.

Terlepas dari benar atau tidaknya teori tersebut, atau dapat dibuktikannya atau tidak kelak keberadaan Atlantis di bawah laut di Indonesia, teori Santos sampai saat ini ternyata mampu menarik perhatian orang luar ke Indonesia. Kalau ada yang beranggapan bahwa kualitas bangsa Indonesia sekarang sama sekali “tidak meyakinkan” untuk dapat dikatakan. sebagai nenek moyang dari bangsa-bangsa maju yang diturunkannya, ini adalah suatu proses dari hukum alam tentang masa keemasan dan kemunduran suatu bangsa. (*)


Presensi : Mohamad Asrori Mulky
diambil dari http://hminews.com/buku/ternyata-atlantis-itu-di-indonesia/
Pernah dimuat di Indo Pos

Kamis, 15 Juli 2010

Berita TV yg aneh

Aku bosan melihat berita yang ditayangkan oleh TVOne. Lebay banget. Kayanya berita dari pagi sampe malem diulang-ulangn terus. Kaya kehabisan topik lagi tuh...

negara ini benar2 liberal dan lebih kapitalis daripada negara kapitalis itu sendiri. Tadi aku lihat acara berita di TVOne yang mendiskusikan persoalan perubahan arah kiblat dalam sebuah pengajian di masjid. Namun ketika ada seorang jamaan yang hendak bertanya kepada ustadznya, eeh...malah kata presenternya di tahan dulu jawabannya setelah jeda iklan. Gila tuh, acara pengajian bisa diatur cuma gara-gara iklan..

Like This

Kemarin aku membaca wall to wall temanku. Hmmm...kliatannya dia udah benar2 bisa melupakan seseorang yg dulu katanya pernah selalu menghantui pikirannya. Kayanya ortunya jg setuju tuh. Syukur deh. Mudah-mudahan masalah yg lalu ga berlarut-larut sampe merubah kepribadian dia. Akhirnya perjuanganmu mencapai sukses untuk melupakan"dia". LIKE THIS.

"jangan pernah kau redupkan cahayamu sedetikpun demi siang dan malam. Biarkan malam yang selalu gelap, karena itu adalah sunatullah"

Rabu, 14 Juli 2010

Hari pertama

hari Senin, 12 juli kemaren anak2 sekolah memulai kembali aktivitasnya. Semua kembali ke bangku sekolah untuk belajar menuntut ilmu. Banyak rasa suka cita diantara mereka karena mereka kembali bertemu teman2 kembali setelah sekian lama liburan. tapi ga sedikit yg merasa malas menghadapi hari sekolah.

Ada fenomena menarik yang ku lihat di berita TV waktu itu. Pada hari pertama masuk sekolah itu, di beberapa daerah berlomba untuk memperebutkan bangku paling depan. untuk mendapatkan tempat ini, banyak dari mereka yang rela ngantri sebelum gerbang sekolah di buka. Bahkan di daerah Brebes, ada yg sudah berangkat ke sekolah sejak jam 03.00 (jam 3 dini hari) demi mendapatkan tempat yang terbaik.

Sungguh salut saya melihat itu. Begitu tulus dan sungguh-sungguh minat mereka untuk mengenyam pendidikan. Tapi di lain sisi, aku khawatir dengan kondisi ekonomi keluarganya yg kulihat sangat pas-pasan, bahkan bisa di bilang kekurangan. Tak terasa mataku meneteskan air mata ketika melihat berita tersebut. Begitu banyak generasi bangsa yang memiliki tekad luhur, tetapi aku sanksi dengan masa depannya karena kondisi ekonomi orang tuanya. Harusnya pemerintah benar-benar memprioritaskan aspek pendidikan ini agar generasi pejuang seperti mereka dapat mengisi estafet kepemimpinan negeri ini.

Wahai ibu pertiwi..!
Lihatlah cita-cita luhur anak-anakmu
yang dengan semangat mereka mancari ilmu demi kehormatanmu..
Apakah akan kau sia-siakan mereka begitu saja??


Minggu, 11 Juli 2010

aKU Ga suka Bolaa..!!

Hari ini final piala dunia 2010.. Tapi berhubung aku tidak suka bola, jadi ga ada menariknya bagiku. Berbeda dengan teman2ku. Mereka akhir-akhir ini sibuk bergosip ria tentang seputar piala dunia. Saling bertaruh tentang pertandingan. Saling ejek, saling ngotot mendukung tim kesayangannya..
huuufttt...entah lah, kata teman2ku sih aku aneh. Masa cwo ga suka bola??!
Terus emg salah ya klo cwo ga suka bola???? Hak gue donk, mau suka, atau engga ke. itu hak gw.
Aneh kenapa bola dijadikan parameter seorang cwo? trs yg ga suka bola dianggap ga lazim.?

Paling sebel kalo musim piala dunia gini. Banyak orang berani taruhan cuma demi sekedar pertandingan. Dari mulai taruhan yg cuma di bawah 10 ribu sampai ada yg berani bertaruh dengan mobil kesayangannya..! ga masukl akal.!! mau aja mereka dibodohi oleh pertandingan seperti itu.. mubazir..! Anehnya lagi, ada yang percaya dengan ramalan seekor gurita. PARAAHH>! manusia modern sekarang udah ga waras otaknya..!!

Sabtu, 10 Juli 2010

cerita iseng

hmmmm....malem minggu lagi... Selamat bagi yang sedang menyambut malam minggu dengan suka cita. Selamat bersenang2 dengan pasangan masing-masing deh...
Daripada bengong mending nulis cerita aja ah.. sebenernya crita ini udah basi sih, tp ga papa lah buat iseng-iseng..


Persahabatan 3 hewan

Ada 3 sahabat: Kura2, Kodok, Ulat Kaki 1000..
Mereka sedang merayakan ultah si Kura2 di rumahnya.
Gak lama si Kodok nanya,"Kur, gak ada rokok nih?"
"Gak ada, Dok. Lupa beli gw.. Beli gih Dok!" kata kura2.
"Ah gila! Masa lo yang ulang taun gw yang suruh beli?! Lo juga kan tuan rumah Kur. Edaaann lu!!" bantah Kodok.
"Gw kalo jalan lelet Dok.. Ya udah, si Ulet Kaki 1000 aja yang beli. Tolong ya Let.." bujuk Kura2.
"Hmmm... Ya udah deh gpp. Sini duitnya.." kata Ulet.
Pergilah si ulet... 1 jam... 2 jam... 3 jam.... Ulet gak pulang2.. Kodok & kura2 pun resah dan kesal si Ulet gak pulang2..
"Ke mana ya si Ulet, Dok?" tanya Kura2.
"Tau nih.. Lama banget. Susulin aja yuk!" ajak si Kodok.
Begitu buka pintu mau keluar rumah.. Alangkah kagetnya Kodok dan Kura2 ngeliat si Ulet masih di depan pintu, blom pergi2 juga..
"Woy, ngapain aja dari tadi di sini? kita pada nungguin juga! Mana rokoknya?" tanya si Kodok.
"Rokok gigi lo peyang!! Gw blom beli rokok!!" bantah si Ulet.
"Lahh??? Udah 3 jam ke mana aja lo gak beli2 rokok??" bentak si Kura2.
Si Ulet Kaki 1000pun marah... "Lu pade gak liat gw lagi pake sepatu...!!!!!!"

***


Cerita tentang Deng Xiaoping berlibur

Deng Xiaoping, seorang pria Taiwan yang sangat kaya tetapi tidak memiliki kemampuan berbahasa Inggris tiba di airport New York.

Setelah mengantri di imigrasi, saat mencap paspor, petugas menanyakan beberapa pertanyaan untuk mengetahui kunjungannya ke USA .

Pertanyaan pertama imigrasi: "Apa nama terakhir dari Presiden Pertama kami?"

Karena tidak mengerti bahasa Inggris dengan baik, dia menduga bahwa petugas menanyakan nama keluarganya (surname). Lalu dia menjawab: "Wo xing Deng (dibaca: wo sing Teng)." Dalam Mandarin berarti: "Marga saya Deng"). Fyi, dalam budaya Chinese, orang Chinese selalu memperkenalkan marganya dulu saat kenalan pertama kali.

Petugas mendengar "Washington! " (sama bunyinya) lalu dia melanjutkan ke pertanyaan ke-2: "Untuk apa kamu mau pergi ke US?"

Pikirnya, secara logis tentu sekarang dia menanyakan nama saya. Lalu dia menjawab: "Xiaoping."

Petugas mendengar : "Shopping!"

Pertanyaan ke-3: "Kendaraan apa yang kamu kendarain di Taiwan?"

Turis itu berpikir, dia ditanyakan statusnya di Taiwan, dan menjawab dalam bahasa Hokkien: "Bo bo.” (dalam Hokkien berarti: "Belum beristri").

Dan petugas mendengar: "Volvo!" lalu dia tersenyum dengan hormat dan bertanya lagi.
Pertanyaan ke-4: "Siapa penyanyi pop yang paling terkenal di USA?”

Saat ini lelaki Taiwan sudah mulai tidak sabar dan mulai berkata dengan keras dalam bahasa Hokkien: "Mai Ko Cai Seng." (arti: "Jangan main-main lagi dengan saya").

Petugas mendengar: "Michael Jackson!"

Kagum akan pengetahuan si turis, akhirnya petugas mencap paspornya.

Salah Satu Tanda Perempuan yang Baik

Tadi malam aku kembali berkunjung ke rumah dosen. Kali ini beliau berbicara dan menasehati kami tentang perlunya mencari istri yang baik. Seorang istri yang baik sangat penting untuk menjaga keturunan kita kelak. Oleh karena itu pendidikan dan moral harus diperhatikan baik-baik.

Kami berbincang-bincang tentang pergaulan anak muda jaman sekarang yang terkadang sering melampaui batas. Masalah virginitas yang saat ini sudah mulai tidak aneh lagi menjadi isu utama. Oleh karena itu Pak dosen menasehati begini:
"kamu kalo mau cari istri lihat bibitnya, sebab ini akan menurun pada keturunan kamu selanjutnya. Sikap dan moral kamu pun harus dijaga"
"sebenarnya gampang mau mengidentifikasi seorang perempuan baik atau engga" katanya.
"ciri-cirinya kalo perempuan atau pacar kamu mau di ajak atau berani masuk kamar, atau mengijinkan kamu masuk kamarnya, itu salah satu tanda perempuan yang kurang baik. itu saja".
hhmmm....bener juga nih dosen..

Beliau juga memberikan penjelasan alasan mengapa demikian. Berdasarkan contoh kasus yang sudah banyak terjadi. Seorang perempuan yang pergaulannya sudah bebas dengan lewan jenis, nanti ini berimplikasi pada cara dia mendidik anak. Jika perempuan itu dulunya orang yang "gampangan" diajak laki-laki, berpacaran berdua-duaan di kamar, jika kelak dia menjadi ibu, maka ia pun akan membebaskan anaknya bergaul. Ini yang akan menghancurkan generasi bangsa.!

Benar apa yang dikatakan Rasul bahkan Bung Karno pernah mengatakannya. Perempuan adalah tiang negara. Jika baik seorang istri di negara itu, maka baik pula bangsa itu. itu lah pelajaran yang dapat aku ambil dari perbincangan dengan Pak dosen.


Pulang dari rumah Pa Dosen sekitar jam 2 dini hari.....

Jumat, 09 Juli 2010

Pelajaran Hari Jum'at ini

hari ini aku lalui tanpa kegiatan yang berarti... Seharian cuma santai-santai sambil membaca buku. Buku yang sedang ku baca berjudul "Syariat dan Akal dalam Perspektif Tradisi Pemikiran Islam" karya Muhammad Al-Ghazali. Dari buku ini ku peroleh sedikit pelajaran mengenai pentingnya ilmu peradaban daripada hanya ilmu agama. Kebanyakan kita (umat Islam) masih terjebak pada lingkaran perdebatan seputar ilmu agama yang justru ini membawa kemunduran Islam itu sendiri.....

Waktu shalat Jum'at sang khotib berkhutbah tentang hukum seorang anak berbakti kepada orang tua. Dijelaskan juga bahwa meskipun orang tua berbuat dzalim kepada anaknya dengan meninggalkan atau menelantarkannya sewaktu kecil, tetapi kita tetap harus menghormati dan menghargainya. Kita jangan menambah beban dosa untuk orang tua. karena Persoalan kewajiban mengurus anak adalah persoalan orang tua dengan Allah. Kita sebagai anak tidak perlu menghukumnya dengan berbuat yang sama.

Kita dianjurkan mendoakan kedua orang tua sebagaimana diajarkan oleh Rosulullah "allahumagfirli waliwalidayya warhamhuma kama robbayani soghiro", yang artinya ya Allah ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku. Kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku di waktu kecil.

Setelah ku merenung makna doa ini, kemudian ku berpikir bahwa sebenarnya dalam doa itu terdapat tuntutan atau "balasan" sang anak atas apa yang telah diperbuat orang tuanya ketika ia menelantarkan anak ketika kecil. Jadi meski orang tua tidak pernah merawat atau bahkan malah mengeksploitasi anak, secara tidak langsung akan mendapat balasan yang setimpal lewat doa tersebut. "kasihilah mereka seperti mereka mengasihiku di waktu kecil". Kalimat doa ini sebenarnya sebuah teguran bagi orang tua yang lalai dalam merawat anak. Ketika sang orang tua tidak memberikan kasih sayang secara tulus dan baik, maka Allah pun akan memperlakukannya sedemikian rupa. Walaupun ada hadits yang menjelaskan otoritas orang tua terhadap anaknya bahwa kemarahan, kemurkaan dan keridoan Allah adalah di tangan ibu dan bapak, tetapi itu sebanding dengan tanggung jawab yang besar pula dalam merawat anaknya dengan baik. Karena bagaimanapun anak adalah titipan Allah.

Itulah pelajaran yang ku dapat hari Jum'at ini. Dan ini sangat berguna bagiku ketika kelak aku menjadi orang tua....

Kamis, 08 Juli 2010

Untukmu Ibu

Waktu kamu berumuran 1 tahun , dia menyuapi dan memandikanmu ... sebagai balasannya ... kau menangis sepanjang malam.
Waktu kamu berumur 2 tahun , dia mengajarimu bagaimana cara berjalan ..
sebagai balasannya ..... kamu kabur waktu dia memanggilmu

Waktu kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang .. sebagai balasannya ..... kamu buang piring berisi makananmu ke lantai
Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna ... sebagai balasannya .. kamu corat coret tembok rumah dan meja makan
Waktu kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah..sebagai balasannya ... kamu memakainya bermain di kubangan lumpur
Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah .... sebagai
balasannya ... kamu berteriak "NGGAK MAU ..!"

Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola ... sebagai balasannya .kamu melemparkan bola ke jendela tetangga
Waktu berumur 8 tahun,
dia memberimu es krim ... sebagai balasannya...kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu

Waktu kamu berumur 9 tahun , dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu .sebagai balasannya .... kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar




Waktu kamu berumur 10 tahun,
dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun .. sebagai balasannya ... kamu melompat
keluar
mobil tanpa memberi salam
Waktu kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop .. sebagai balasannya ... kamu minta dia duduk di barisan lain
Waktu kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa ... sebagai balasannya .... kamu tunggu sampai dia keluar rumah
Waktu kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya .sebagai balasannya.. kamu bilang dia tidak tahu mode
Waktu kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan .. sebagai balasannya .... kamu nggak pernah menelponnya
Waktu kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu ...
sebagai balasannya ... kamu kunci pintu kamarmu

Waktu kamu berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil ....sebagai balasannya .... kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa
mempedulikan kepentingannya

Waktu kamu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting ... sebagai balasannya .... kamu pakai telpon nonstop semalaman,
waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA.. sebagai balasannya .... kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi

Waktu kamu berumur 19 tahun,
dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu

ke kampus pada hari pertama ... sebagai balasannya ..... kamu minta
diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen

Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya "Darimana saja seharian ini?".. sebagai balasannya ... kamu menjawab "Ah,
cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang."
Waktu kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu ... sebagai balasannya ..... kamu bilang "Aku nggak mau
seperti kamu."

Waktu kamu berumur 22 tahun,
dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus
perguruan tinggi .. sebagai balasanmu ... kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri
Waktu kamu berumur 23 tahun,
dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah
barumu ... sebagai balasannya ... kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu
Waktu kamu berumur 24 tahun,
dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya
tentang rencana di masa depan .... sebagai balasannya ... kamu mengeluh
"Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu."

Waktu kamu berumur 25 tahun,
dia membantumu membiayai pernikahanmu ..
sebagai balasannya .... kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Waktu kamu berumur 30 tahun,
dia memberimu nasehat bagaimana merawat
bayimu ... sebagai balasannya .... kamu katakan "Sekarang jamannya sudah beda."
Waktu kamu berumur 40 tahun
, dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah
satu saudara dekatmu .. sebagai balasannya kamu jawab "Aku sibuk sekali,
nggak ada waktu."


Waktu kamu berumur 50 tahun,
dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu ... sebagai balasannya ..... kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya

dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang ... dan tiba-tiba kamu
teringat semua yang belum pernah kamu lakukan, ... dan itu menghantam
HATIMU bagaikan pukulan godam

MAKA ....
JIKA ORANGTUAMU MASIH ADA ... BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI
JIKA ORA NG TUAMU SUDAH TIADA ... INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU




Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak
yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.

Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang
bertulis sesuatu. si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima
kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.

OngKos upah membantu ibu:
1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000
2) Menjaga adik Rp20.000
3) Membuang sampah Rp5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5) menyiram bunga Rp15.000
6) Menyapu Halaman Rp15.000
Jumlah : Rp85.000


Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak
yang raut mukanya berbinar-binar.

Si ibu mengambil pena dan menulis
sesuatu dibelakang kertas yang sama.

1) OngKos mengandungmu selama 9bulan -
GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu -
GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu -
GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu
- GRATIS

5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu - GRATIS
6) OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu -
GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak
menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu".Kemudian si
anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang
ditulisnya: "Telah Dibayar" .


APAKAH KAMU SAYANG ORANGTUAMU????

KARENA ORANGTUAMU SELALU MENYAYANGIMU.