Halaman

Minggu, 20 Februari 2011

Sebuah Kisah Bersama si Princess kecil bagian 2

Kau pernah berkata bahwa sebenarnya kau butuh sosok yg mampu mengobati lukamu. Kemudian aku coba memberanikan diri menawarkan obat untuk menyembuhkan lukamu. Memang aku tak mampu berjanji bahwa obat ini manjur, tapi setidaknya jika kau punya keyakinan dan mau berikhtiar, insya Allah akan berhasil. Ketimbang kita menginginkan sembuh, namun tak pernah berani untuk mencoba berikhtiar terhadap segala kemungkinan.

Awalnya kau ragu untuk menerima obat itu, tapi apakah kita akan terus berdiam diri tanpa usaha untuk mengobatinya?? Jika memang demikian, maka dapat dipastikan luka itu takan pernah sembuh. Lain hal jika kita mencoba dan berusaha mengobati sakit itu dengan meminum obat yg ditawarkan, kemungkinan akan sembuh.

Akhirnya kau beranikan diri untuk menerima obat pemberian dokter itu. Dokter itu berdoa, semoga lekas sembuh dan berpesan agar meminum obat seccara teratur sampai sembuh.

Aku tawarkan cinta dan sayang ini dedngan tulus padamu. Semoga kau berkenan. Munggkin aku bukan manusia sempurna, aku pun tak tau semua inginmu, sehingga mungkin aku tak mampu menjadi semua apa inginmu. Tapi aku akan tetap berusaha menjadi yang terbaik bagimu dan sebisa mungkin aku akan selalu ada di sampingmu dikala duka dan suka.

Berbagilah kisah dukamu agar ku mampu merasakan apa yang kau rasakan. Tapi silahkan tak perlu kau kisahkan suka citamu agar hanya dirrimu saja yang merasakannya...

"Ksatria Khayalan/Pangeran Tengil"

Minggu, 06 Februari 2011

Sebuah kisah bersama si princess kecil 1

Kau datang padaku dengan tatapan dan senyummu yg menghujam hatiku. Saat itu ku rasakan ada yg bergetar dlm lubuk hati. Pada saat itu ku bertanya-tanya, apakah ini tandanya aku akn jatuh hati padanya?? ah biarkan saja.!

Ketika itu aku benar-benar tak sanggup memandang tatapan dan senyum yang kau berikan padaku. Ketika kau pergi, setiap malam atau ketika ku termenung, bayang wajah dan senyum itu hadir memenuhi rongga otakku. Tiap kali ku tepis, kembali ia hadir. Kau telah meninggalkan jejak di hatiku yang tak bisa dihapus. Percuma saja ku coba buang bayang itu, karena itu tak pernah berhasil. Akhirnya ku nikmati saja tiap lamunan itu datang.

Tanpa jemu slide tatapan dan senymmu di putar berulang-ulang dalam layar pikiranku. Aku tersenyum. Ada rasa tersendiri ketika kau hadir dalam pikiranku.

Hari-hari selanjutnya ku merasa ingin wujud nyatamu hadir di hadapanku. Meski ketika kau hadir, aku hanya bisa diam seolah tak peduli. Sesekali ku curi pandang berharap untuk membuat slide baru dalam pikiranku.

Semakin hari, rasa yg kau tinggalkan di hatiku semakin tumbuh subur. Akhirnya ku coba pelihara dengan baik. dan aku berjanji akan ku berikan juga bibit dari hatiku pada hatimu, agar kita sama-sama akan menikmati buahnya.

Pada tanggal 8 Januari 2011, ku coba tawarkan bibit dari hatiku pada hatimu untuk kau simpan dan kau pelihara. Berharap kelak akan menghasilkan buah yang manis. Awalnya kau ragu untuk menerimanya. Ku katakan "ambillah dulu, lalu kau simpan. jika nanti kau rasa tak perlu dan tak bermanfaat, boleh kau membuangnya"

Ketika ku nyatakan perasaanku padamu, sungguh aku bingung harus memulai bicara dari mana. Karena jujur, belum pernah aku menyatakan hal seperti ini. Tapi karena kau mendesak untuk ku berkata, akhirnya ku kumpulkan segenap keberanianku. Seketika itu rangkaian kata yang coba ku susun lenyap dari kepalaku. Dalam hatiku berdoa agar diberi petunjuk dan di tuntun untuk dapat berucap. Dalam jeda waktu itu, ku hanya bisa diam seribu bahasa. Aku bukan orang yang pandai berucap cinta meski sering aku dianggap puitis. Aku lebih bisa menulis ketimbang berucap.

Kau beri aku berjuta rasa yang kadang aku sulit menampungnya. Kau beri aku berjuta harapan yang selama ini belum pernah aku rasakan. Aku sungguh rindu ketika kau jauh. Ketika ku rindu, kadang sulit ku pejamkan mata ini di malam hari. Ku rasakan seolah waktu berjalan merayap dan tak kunjung sampai. Aku rindu senyummu, aku rindu sentuhanmu wahai bidadari kecilku. Senyummu seolah memberiku berjuta kekuatan utk menghadapi hidup.
Wahai bidadari kecilku, tidakkah kau rasakan hal yg sama??

. . . . .(bersambung)

Sebait Puisi Pagi Hari

Pada angin ku sampaikan gelora segala kerinduan.
pada hujan ku titipkan segala rintik cinta..
pada cahaya rembulan telah ku cerminkan sinar muka seakan bertatap wajahmu.

Ditemani mentari,
semoga kau semangat hari ini,,
menjemput pendar-pendar cinta pelangi


by: Ry


Terimakasih ku sampaikan pada putri kecilku yang telah memberiku warna dalam hati...
Semoga kau tetap menjadi bintang dan rembulan di hatiku serta menjadi mentari sebagai penerang sudut hatiku yang kelam....