Bahagia itu ternyata sederhana. Setelah sekian lama tiap ku hubungi si doi ga pernah jawab. Jangankan menanggapi sms, WA, BBM, jika ditanya pun hampir ga pernah jawab.
Tapi kemarin, rasanya senang setelah aku sms akhirnya si doi balas sms ku, walaupun agak lama. Pas aku buka hp, ternyata ada sms masuk dari si doi. Wuiihh..sumringah banget deh. Kaya orang abis dapet lotre. Haha...
Ya, ternyata bahagia bisa sesimpel itu. Begitu sederhananya definisi bahagia bagi sebagian orang. Mungkin ini jg yang diharapkan si doi ketika ku jarang kasih kabar. Dia hanya butuh sesimpel bahagia ini. Maaf sayang.. :'(
Imajinasi tidak sama dengan mimpi. Imajinasi menciptakan energi untuk terus berharap, dan mewujudkan mimpi itu.!!
by: Ksatria Khayalan
Senin, 15 Juni 2015
Minggu, 14 Juni 2015
Maafkanlah, Ampunilah
Sekian lama kita kenal, tapi kini semua telah berbeda. Yang membuatku sakit, bukan soal tiada lagi rasa di hatimu. Tapi kini seolah benar-benar tak mengenalku. Bahkan mungkin menganggapku tak pernah ada.
Wahai dzat yg Maha segalanya, hanya Engkaulah yang ada. Aku memang berasal dari ketiadaan. Biarlah sekiranya ada yg menganggapku tak ada, karena memang itulah hakekatku di alam fana. Meski sakit, pulihkanlah dg kuasa-Mu. Obati dg cara-Mu. Maafkanlah aku. Seandainya aku tak mendapat maafnya, maka ampunilah aku.
Wahai purnamaku, maafkan aku yang lalai dan tak terjaga dimalam 14-15 mu, kala kau bersinar sangat cantiknya. Aku lalai sebagai insan yang lemah, yang terlelap begitu saja mengacuhkanmu. Aku tetap menanti hadirmu di malam 14 mu yang lain. Semoga saat itu datang aku mampu menjaga malamku. Meski aku sadar, saat malam purnama itu tiba, itu jelas berbeda dg malam yg telah ku lewatkan begitu saja.
Wahai dzat yg Maha segalanya, hanya Engkaulah yang ada. Aku memang berasal dari ketiadaan. Biarlah sekiranya ada yg menganggapku tak ada, karena memang itulah hakekatku di alam fana. Meski sakit, pulihkanlah dg kuasa-Mu. Obati dg cara-Mu. Maafkanlah aku. Seandainya aku tak mendapat maafnya, maka ampunilah aku.
Wahai purnamaku, maafkan aku yang lalai dan tak terjaga dimalam 14-15 mu, kala kau bersinar sangat cantiknya. Aku lalai sebagai insan yang lemah, yang terlelap begitu saja mengacuhkanmu. Aku tetap menanti hadirmu di malam 14 mu yang lain. Semoga saat itu datang aku mampu menjaga malamku. Meski aku sadar, saat malam purnama itu tiba, itu jelas berbeda dg malam yg telah ku lewatkan begitu saja.
Sabtu, 13 Juni 2015
Percayalah
Percayalah sayang, aku hanya ingin mencintaimu bukan sebagai pacar. Aku ingin mencintaimu sebagai istri. Untuk itulah aku lebih fokus berjuang mewujudkannya. Tapi jika kau keberatan dengan langkahku, maka silahkan cari laki-laki di seluruh penjuru jagat raya ini, aku yakin niscaya kau akan kembali padaku. Sekuat apapun kau menolak, sejauh apapun kau berlari, pada akhirnya kau akan menemukan cakrawalamu di titik awal. Ya, di sini!
Aku meminta pada Sang Maha Cinta, dan Dia berkata bahwa kaulah jawabanku. Aku titipkan dan minta menjagamu selama pencarianmu. Sampai kelak nanti kau akan tersadar bahwa pencarianmu, pelayaran hatimu akan berakhir dan berlabuh di tempat awal kau mulai berlayar. Di dermaga hati inilah bahtera mu akah berlabuh dan bersandar. Percayalah dan yakinlah, karena itulah takdir semesta.
Tiada kasih yang sehebat kasihku yang tersembunyi dibalik hati ini. Yang bahkan kau pun tak tau yang seutuhnya. Kasihku melebihi apa yang kau tau. Percayalah.
Dulu, ku sengaja sandarkan sejenak bahtera kita di dermaga dengan maksud aku pergi ke daratan mencari perbekalan. Karena ku tau, pelayaran kita selanjutnya adalah lebih serius dan akan mengarungi samudra serta menerjang gelombang. Ku tinggalkan sejenak di dermaga untuk kau jaga bahtera kita sementara ku cari perbekalan. Bukan maksud meninggalkanmu sendiri mengarungi lautan dengan bahtera itu. Tak ku sangka, ketika hendak kembali, kau pergi berlayar sendiri meninggalkanku di dermaga ini, terpaku sendiri.
Aku mohon pada Penguasa Lautan dan pemegang kuasa penjuru mata angin agar mengirimkan angin utara. Tak lain hanya agar kau ditiup kembali ke dermaga ini. Di tempat ku berdiri terpaku tanpa tau apa yg kutuju. Ku yakin, suatu saat ku akan melihat layar terkembang di ujung cakrawala menuju dermaga. Ya, itulah bahteramu yang kembali. Percayalah!
Aku meminta pada Sang Maha Cinta, dan Dia berkata bahwa kaulah jawabanku. Aku titipkan dan minta menjagamu selama pencarianmu. Sampai kelak nanti kau akan tersadar bahwa pencarianmu, pelayaran hatimu akan berakhir dan berlabuh di tempat awal kau mulai berlayar. Di dermaga hati inilah bahtera mu akah berlabuh dan bersandar. Percayalah dan yakinlah, karena itulah takdir semesta.
Tiada kasih yang sehebat kasihku yang tersembunyi dibalik hati ini. Yang bahkan kau pun tak tau yang seutuhnya. Kasihku melebihi apa yang kau tau. Percayalah.
Dulu, ku sengaja sandarkan sejenak bahtera kita di dermaga dengan maksud aku pergi ke daratan mencari perbekalan. Karena ku tau, pelayaran kita selanjutnya adalah lebih serius dan akan mengarungi samudra serta menerjang gelombang. Ku tinggalkan sejenak di dermaga untuk kau jaga bahtera kita sementara ku cari perbekalan. Bukan maksud meninggalkanmu sendiri mengarungi lautan dengan bahtera itu. Tak ku sangka, ketika hendak kembali, kau pergi berlayar sendiri meninggalkanku di dermaga ini, terpaku sendiri.
Aku mohon pada Penguasa Lautan dan pemegang kuasa penjuru mata angin agar mengirimkan angin utara. Tak lain hanya agar kau ditiup kembali ke dermaga ini. Di tempat ku berdiri terpaku tanpa tau apa yg kutuju. Ku yakin, suatu saat ku akan melihat layar terkembang di ujung cakrawala menuju dermaga. Ya, itulah bahteramu yang kembali. Percayalah!
Langganan:
Postingan (Atom)